MANOKWARI, cahayapapua.id—Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menyatakan, harapan dan keinginan DPR Papua Barat (DPRPB) soal jabatan sekretaris daerah definitif dijabat oleh anak asli Papua. Sudah terjawab.
“Semua itu juga sesuai dengan harapan DPR, ketua DPR dan ketua fraksi otsus bahwa sekda itu harus anak daerah. Itu sudah terjawab, kita sepakat untuk itu. Pasti keterpilihan itu nantinya adalah anak Papua Barat, semua harus bersaing,” kata Waterpauw Senin (25/9/2023)
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala BKD Pradnja Maitri Sutadharma mengatakan, tahapan seleksi sudah memasuki tahapan penulisan makalah.
“Sesuai dengan jadwal tanggal 26 September nanti hasil ujian makalahnya diumumkan, kalau tidak ada perubahan jadwal,” ujarnya.
Sebelumnya, tercatat 12 peserta terdaftar, namun tiga peserta tidak lolos seleksi administrasi.
“Satu orang lagi saat seleksi makalah tidak datang jadi gugur. Semua peserta dari Papua Barat, 1 orang dari Kabupaten Mansel dan satu lagi dari Fak-fak.
Adapun tahapan seleksi selanjutnya adalah ujian asesmen kompentensi di BKN, terjadwal pada 2-5 Oktober mendatang.
“Hasilnya paling cepat 10 hari selanjutnya wawancara kompetensi manajerial dari tim pansel, hasil dari itu diambil 3 besar dan diusulkan ke tim pertimbangan akhir dipusat,” jelasnya
Pradnja menambahkan, soal adanya rencana pertemuan dengan DPRPB terkait calon-calon sekda yang telah gugur dalam seleksi administrasi, apakah memungkinkan atau tidak itu menjadi ranah panitia seleksi.
“Tergantung ke panitia seleksinya, kami itu sekretariat saja. Panitia yang memutuskan, karena itu sudah sesuai dengan administrasi, mekanismenya, persyaratannya apa. Panitia harus bekerja sesuai dengan aturan, kalau ada kebijakan apa, itu nanti dari KASN, menyurat ke KASN sebagai pengawas sistem merit,”pungkasnya. (BMB-CP)
