MANOKWARI, cahayapapua.id—Penjabat Gubernur Papua Bara Paulus Waterpauw berharap, pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) Forum Desentralisasi Asimetris Seluruh Indonesia (Fordasi) mampu memangkat potensi unggulan daerah Papua Barat.
“Hari ini pembukaan stand pameran, di antaranya tentang potensi daerah. Imbauan saya, kita dukungan program nasional ini semoga memberi kemaslahatan bisa dan membantu,” ujar Waterpauw, Senin (25/9/2023)
Provinsi Papua Barat menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakor Fordasi ke VI, kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari (26-27 September), dan sudah diawali dengan pembukaan pameran otonomi khusus.
“Ada cokelat sudah menjadi produk khusus, sudah produksi di Jakarta, dan juga sudah dijual di Perancis. Ini juga akan ditingkatkan dari Mansel (Manokwari Selatan). Ada Pala dan Kopi,” beber Waterpauw terkait pontensi daerah.
Stand pameran yang didirika tidak saja menyediakan informasi menyangkut potensi unggulan daerah Papua Barat. Tetapi, juga memberikan informasi tentang penyelenggarakan pemerintahan dalam konteks otonomi khusus.
Stand pameran, lanjut Waterpauw, juga memamerkan pelaksanaan tugas pemerintah pada era otonomi khusus. Stand-stand yang ada menyediakan tentang penyiapan infrastruktur, perumahan, perlindungan flora dan fauna.
Kemudian, pembangunan sektor ekonomi, sumber daya alam, manusia dan masyarakat sosial budaya, stunting, kemiskinan ekstrem, juga inovasi dan pelayanan dari Badan Riset Daerah (BRIDA).
“Bagaimana stunting saat ini setelah dilakukan intervensi? Apa hasilnya, kita suarakan pada teman-teman dari luar. Kita gunakan sistem Bapak Angkat, sistem elektronik penanganan stunting, kita juga punya satgas khusus untuk menangani persoalan ini,” jelasnya
Dengan ketersediaan informasi dan data, Waterpauw ingin menunjukan dan berbagi soal penangan masalah serius tersebut yang ada di wilayah Papua Barat.
“Sedikit kita buat dan lakukan di Papua Barat ini. Tentu tidak besar, tidak banyak tetapi ada invosi ada upaya ada dorongan dari kita untuk buat. Imbauan saya kita dukungan program nasional ini semoga memberi kemaslahatan dan bisa membantu,” tuturnya.
Di sisi lain, Waterpauw mengungkap, pemprov Papua Barat tengah mengupayakan dibantu sebanyak 40 unit bus dari Pemproc DKI Jakarta melalui mekanisme hibah. Juga ada permintaan hibah 10 unit bus bekas PON ke pemprov Papua.
“Contoh ril ini ke depan apa yang bisa kita sumbangkan dan kolaborasikan antar kita. Seperti sekarang ini Papua Selatan ini punya beras, punya gabah, apa yang mereka kontribusikan kepada kita, dan apa yang bisa kita berikan ke sana. Papua Pegunungan punya apa? Nah, kita saling membantu forum ini (fordasi) tepat hadir,” ujarnya.
Waterpauw mengonfirmasikan, jumlah peserta rakorda fordasi terbanyak dari DIY mencapai 26 orang, disusul 11 orang dari Aceh, dan daerah lain ada 5 orang. Ia mengatakan. Kehadiran delegasi Fordasi ini, tentu akan menggerekan perekonomian daerah.
“Tamu ini untuk meningkatkan pendapatan kita, kita mempersiapkan ini saja. Kita belanja tentu ekonomi bergerak, kita menyiapkan apa makan belanja ini belanja itu. Mobil sewa, ini dan itu sewa. Begitu juga dengan perhotelan menerima hasil penginapan para tamu, semua bersinambungan berkaitan berkolaborasi. Semoga ke depan terus ada event sehingga aktivitas terasa dan bergerak,” pungkasnya. (BMB-CP)
