MANOKWARI, linkpapua.com– Komunitas Menyelam Ketapang atau Ketapang Dive Community (KDC) bersama sejumlah kelompok pecinta lingkungan resmi melaporkan KM Mitra Mulia yang menabrak terumbu karang di Teluk Doreri ke Polres Manokwari. Mereka menilai, insiden ini telah menimbulkan kerusakan masif pada lingkungan laut sehingga harus dibawa ke jalur hukum.
“Ini merupakan kali kedua kapal kandas di perairan Teluk Doreri, yang mana secara otomatis merusak terumbu karangnya,” ungkap Ketua Ketapang Dive Community (KDC) Manokwari, Alexander Richardson Sitanala, Rabu (20/9/2023).
Menurut Alexander, pihaknya akan terus mendorong kelanjutan penyelidikan atas insiden ini. Hal ini dilakukan sebagai langkah konkret proteksi terhadap penyelamatan karang do Doreri.
Sebelumnya dilaporkan KM Mitra Mulia tujuan Manokwari-Raja 4 yang bermuatan semen sebanyak 1.000 ton ini kandas dan mendabrak karang di perairan Teluk Doreri, tepatnya di area penangkaran karang Reef Imuni 2. Insiden ini juga telah ditindaklanjuti oleh Polres Manokwari.
Menurut Alexander, kejadian ini kemudian menjadikan KDC bersama NGO pencinta lingkungan seperti Yayasan Pusaka Belantara Rakyat Greenpeace Indonesia membentuk koalisi untuk mengawal kasus tersebut. Koalisi para aktivis menunjuk Musa Yulyanus Mambrasar sebagai koordinator.
“Kami koalisi advokasi terumbu karang Teluk Doreri akan mengawal dan menindaklanjuti kejadian KM Mitra Mulia menabrak karang di Reep Imuni 2 sampai kepada proses pengadilan hingga selesai,“ ujarnya.
Alexander juga menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pelaporan KM Mitra Mulia ke Polresta Manokwari secara resmi.
“Kami sudah melakukan proses hukum dan sudah dilakukan pengambilan BAP. Sehingga kejadian ini akan kami bawa sampai ke pengadilan. Tidak seperti tahun 2021 yang mana proses penyelesaiannya dilakukan secara kekeluargaan,“ tutur Alexander.
Dirinya juga meminta keseriusan dari instansi terkait kandasnya km Mitra mulia dengan adanya penambahan rambu serta pengecekan kembali rambu Yang sudah tidak aktif
“coba diperiksa kembali rambu-rambu yang sudah tidak aktif itu, karena pada saat kejadian kandasnya KM Mitra Mulia, kami melihat ada salah satu rambut laut yang tidak menyala,“ tegasnya.
Sementara itu, sampai dengan hari ini KM Mitra Mulia belum dievakuasi dari lokasi kejadian. Pihak terkait masih mencoba mengurangi beban kapal agar bisa dilakukan evakuasi.
PSR-CP










