UNIPA Serahkan Bantuan kepada 85 Mahasiswa Magang Merdeka Belajar

MANOKWARI, Cahayapapua.id– Universitas Papua (UNIPA) menyerahkan bantuan kepada 85 mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk skema mandiri. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Rektor I UNIPA, Dr Sepus Fatem, Rabu (13/9/2023).

Mereka yang menerima bantuan yakni mahasiswa semester ganjil (V, VII. Dan IX) dari lima fakultas, yaitu Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Pertambangan Dan Perminyakan, Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian.

Wakil Rektor I UNIPA Dr Sepus Fatem mengatakan, pemberian bantuan ini sebagai bagian dari dari tanggung jawab Universitas untuk mendorong mahasiswanya terlibat dalam Program MBKM. Tujuannya kata dia, pada akhirnya akan membangun kapasitas diri dan tanggung jawab hubungan sosial dengan tempat atau institusi di mana mereka melaksanakan magang.

“Ini juga akan membentuk karakter mereka sebagai calon pemimpin masa depan,” ujar Sepus Fatem usai penyerahan bantuan, Rabu (13/9/2023).

“Ini mereka sudah magang di empat kabupaten di Papua, seperti yang ada di Biak, Sorong, Manokwari Selatan, Jayapura, dan di Manokwari,” tutur lagi.

Program Magang MBKM dilakukan di beberapa institusi, seperti institusi pengelolaan hutan, Badan POM, Pengelola minyak dan gas serta di beberapa perusahaan-perusahaan swasta. Program magang ini kemudian direkornisi SKS untuk penyelesaian studi.

“Setelah magang, mahasiswa ini diharapkan untuk menjadi contoh berbagi informasi kemudian men-sharing pengalaman mereka kepada teman-teman mereka bahwa hari ini lapangan pekerjaan itu membutuhkan pengetahuan lain di luar teori kampus,“ ujarnya.

Selain itu, lanjut Fatem mahasiswa juga didorong untuk membuat video testimoni, cerita-cerita singkat yang menjadi media pembelajaran bagi teman-teman mereka sehingga memotivasi teman-temannya untuk terlibat.

“Dapat kita lihat tantangan ke depan itu sudah semakin Kompleks semakin tinggi sehingga mereka perlu dibekali dengan pengetahuan lain di luar kampus untuk menjadi calon pemimpin,“ ungkap Fatem.

Fatem juga menambahkan, dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, sendiri setiap tahun UNIPA mendorong untuk skema mandiri. Artinya dikelola Universitas Papua yang mana program langsung dari Kementerian namanya fleksi kementerian.

“Terlepas dari bantuan yang diberikan oleh Unipa, tahun ini juga ada 20 mahasiswa Unipa yang terlibat di magang MBKN di 4 Kementerian, saat ini mereka sudah 2 bulan nanti mereka ke Jogja lagi di Kabupaten Kulon Progo untuk belajar tentang pengelolaan dana Kampung juga implementasinya,“ ucapnya.

Sementara itu, dirinya juga menyampaikan UNIPA sedang bepacu mengejar proses universitas unggul, yang mana saat ini UNIPA sedang membuka S2 program internasional untuk bidang kehutanan.

 

PSR-CP