MANOKWARI, cahayapapua.id—Pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Manokwari harus bisa mendorong kegiatan industri kerakyatan berkualitas.
“Sentral IKM kita harus menjadi sentral kegiatan industri kerakyatan berkualitas dan produktif. Sehingga dapat berkontribusi bagi peningkatan produk-produk olahan industri khas Manokwari,” kata Hermus di sela peletakkan batu pertama pembangunan Sentra IKM, Jumat (11/8/2021)
Lokasi sentra IKM di Manokwari berlokasi di Kelurahan Andai, proses pembangunannya telah dimulai. Kehadiran pusat kegiatan industri ini, diharapkan dapat menghasilkan produk-produk olahan dengan brand asli Manokwari yang khas dan kompetitif di pasaran.
Peran sentra IKM sangat strategis dalam peningkatan produksi industri lokal, misalnya olahan ikan dan produk turunannya. Bupati Hermus Indou menegaskan, sarana dan prasarana sentra IKM yang representatif menjadi sebuah keharusan.
“Kelompok-kelompok IKM khusus produk olahan ikan dan turunannya seperti produk olahan ikan asap, bakso ikan, abon ikan, tulang ikan dan sebagainya bisa lebih produktif.
“Perlu pelatihan-pelatihan bagi kelompok IKM ini dalam rangka peningkatan skil dan kemampuan guna melahirkan inovasi produk olahan yang baik, berkualitas dan kompetitif,“ ujarnya.
Ketua Panitia Pembangunan sentra IKM Teguh Budi Prakoso menambahkan, kehadiran kawasan industri ini dalam rangka mendorong peningkatan produktivitas industri lokal yang ada di semua daerah, termasuk kabupaten Manokwari.
“Sentra IKM ini merupakan kawasan industri skala mikro dan kecil yang bertujuan menyediakan layanan sarana prasarana dan peralatan produksi bagi para pelaku IKM, terutama kelompok IKM produk olahan ikan dan turunannya,” tutup Teguh.
Sarana prasarana pada sentra IKM Manokwari dimulai dengan pembangunan pagar keliling sepanjang 600 meter (Rp1,8 miliar), pembangunan aula dan gedung administrasi 2 lantai seluas 162 meter persegi, (Rp1,8 milar)
Kemudian, pembangunan tempat bahan baku (Rp408 juta), jalan beton sepanjang 205 meter (Rp466 juta), pengadaan mesin instalasi pembuangan akhir limbah (IPAL) (Rp749 juta) Juga 10 unit mesin produksi ikan asap (Rp627 juta), sewrta pengadaan mesin genset dan tempat pembekuan ikan (Rp621 juta). (PSR-CP)









